MUSI RAWAS UTARA — Korban tenggelam di Sungai Rawas akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada hari kedua pencarian. Bocah berusia 11 tahun itu diketahui terseret arus deras saat mandi dan berenang bersama kakaknya di sungai yang melintasi Desa Pauh I, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Kasi Operasi Kantor SAR Palembang, Mancarrah Wanto, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan mengapung oleh petugas SAR pada radius 20 meter dari lokasi awal kejadian. "Korban berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian dalam kondisi meninggal dunia. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," ujarnya di Musi Rawas Utara, Rabu.
Kronologi: Arus Deras Menyeret Korban Saat Berenang
Peristiwa nahas ini bermula pada Selasa (11/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban mandi dan berenang bersama kakaknya di Sungai Rawas. Arus sungai yang deras tiba-tiba menyeret tubuh korban hingga tenggelam.
Sang kakak sempat berupaya memberikan pertolongan, tetapi korban dengan cepat hilang terbawa arus. Insiden ini kemudian dilaporkan ke Basarnas Kantor SAR Palembang pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, dan tim langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
Pencarian Hari Kedua: Radius 20 Meter dari Titik Awal
Memasuki pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan warga setempat menyisir permukaan air secara visual. Area pencarian mencakup wilayah seluas 6 kilometer persegi menggunakan perahu karet serta perahu milik masyarakat.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil ketika korban ditemukan mengapung pada Rabu pagi. Setelah berhasil dievakuasi dari perairan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Imbauan Basarnas untuk Orang Tua di Wilayah Aliran Sungai
Atas kejadian ini, pihak Basarnas mengimbau para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar perairan. Kondisi arus sungai disebut dapat berubah sewaktu-waktu, terutama di kawasan aliran Sungai Rawas yang dikenal memiliki arus cukup deras.
Masyarakat juga diingatkan untuk segera menghubungi layanan darurat Emergency Call Basarnas 115 jika membutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing.