BANYUASIN — Sebanyak 25 ibu hamil dan 27 kader Posyandu di Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, mendapatkan pendampingan khusus dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang. Mereka diperkenalkan pada GENIUS, singkatan dari Game Edukasi Nutri-Level Interaktif untuk Hidup Sehat, sebuah media pembelajaran berbasis hybrid edu-game yang dirancang untuk menekan asupan gula harian.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Pulau Harapan ini menyasar ibu hamil karena tingginya konsumsi minuman berpemanis selama kehamilan dinilai sebagai perilaku berisiko. Ketua Tim PKM, Risa Nur Amalia, S.K.M., M.K.M., menyebut kebiasaan ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari risiko diabetes hingga karies gigi pada ibu dan calon bayi.
Membaca Label Nutri-Level Sebelum Membeli Minuman
Inovasi GENIUS hadir untuk menjawab rendahnya literasi ibu hamil dalam membaca informasi gizi pada kemasan. Melalui aplikasi berbasis web yang dipadukan dengan Reveal Banner, peserta diajak memahami perbedaan kandungan gula pada kategori Nutri-Level A, B, C, dan D.
Alat peraga visual yang menampilkan kandungan gula secara konkret memudahkan peserta membedakan minuman yang aman dikonsumsi. "Pendekatan promosi kesehatan berbasis perubahan perilaku menjadi penting untuk mendorong ibu hamil memilih minuman yang lebih rendah gula sejak dini," jelas Risa.
Dukungan Regulasi Kemenkes dan Pemerintah Desa
Program ini sejalan dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 tentang Pencantuman Label Gizi dan Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan Siap Saji. Regulasi tersebut mendorong masyarakat memanfaatkan informasi Nutri-Level untuk mengendalikan konsumsi gula, garam, dan lemak secara bijak.
Kasi Pemerintahan Desa Pulau Harapan, Marlin, yang membuka acara mewakili Kepala Desa, mengapresiasi kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Palembang, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu. Menurutnya, sinergi ini berkontribusi langsung pada peningkatan kesehatan ibu dan anak di wilayahnya.
Peran Kader Posyandu dalam Pendampingan Ibu Hamil
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Desa Pulau Harapan, Juhainia, serta Bidan Desa. Keterlibatan kader Posyandu menjadi kunci keberlanjutan program, mengingat mereka adalah garda terdepan dalam pemantauan kesehatan ibu hamil di tingkat komunitas.
Dengan hadirnya 27 kader Posyandu dalam pelatihan ini, diharapkan pengetahuan tentang konsumsi rendah gula dapat terus disosialisasikan kepada masyarakat luas. Para kader nantinya diharapkan mampu menjadi pendamping bagi ibu hamil dalam memilih asupan yang lebih sehat selama masa kehamilan.