Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Shalat Istisqa di halaman Griya Agung Palembang, Kamis, sebagai ikhtiar batiniah memohon turunnya hujan di tengah kekeringan dan kabut asap akibat karhutla. Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut doa bersama itu melengkapi operasi darat, water bombing, modifikasi cuaca, hingga pembenahan tata air gambut yang sudah berjalan. Ia berharap hujan segera turun sehingga titik api padam dan udara di Palembang serta kabupaten/kota lain kembali bersih.
PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memimpin langsung Shalat Istisqa yang digelar di halaman Griya Agung Palembang. Ibadah itu diikuti sejumlah pejabat dan warga sebagai permohonan agar hujan segera turun di wilayah Sumsel.
Pelaksanaan shalat berjamaah tersebut menjadi penutup rangkaian upaya pemerintah provinsi yang sebelumnya bertumpu pada penanganan teknis di lapangan. Herman Deru menyebut operasi darat dan udara sudah dikerahkan maksimal.
Water Bombing hingga Modifikasi Cuaca Sudah Dikerahkan
Menurut Herman Deru, pemerintah tidak hanya mengandalkan doa. Berbagai langkah teknis sudah dijalankan untuk memadamkan titik api dan mengatasi dampak kekeringan.
Upaya itu mencakup operasi darat, water bombing dari udara, modifikasi cuaca, sampai pembenahan tata air di lahan gambut. Semua dikerahkan untuk menekan karhutla yang memicu kabut asap di sejumlah daerah.
"Namun, sebagai manusia yang beriman, ikhtiar lahiriah ini wajib disempurnakan dengan ikhtiar batiniah memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan berkah hujan di bumi Sumatera Selatan," kata Herman Deru.
Cuaca Kering Bikin Titik Api Sulit Dipadamkan
Kondisi cuaca yang kering dan curah hujan minim disebut menjadi tantangan utama dalam pemadaman. Titik api masih muncul di sejumlah wilayah Sumsel meski operasi terus dilakukan.
Karena itu, Herman Deru berharap doa bersama dalam Shalat Istisqa dikabulkan. Ia ingin kekeringan berakhir dan titik api bisa segera dipadamkan.
"Kita berharap doa dari seluruh masyarakat yang hadir hari ini dikabulkan, sehingga kekeringan ini segera berakhir, titik-titik api padam, dan udara di Palembang serta kabupaten/kota lainnya kembali bersih dan sehat," ujarnya.
Momentum Perkuat Kebersamaan Pemerintah dan Warga
Shalat Istisqa juga dimaknai sebagai ajang mempererat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Keduanya diharapkan bergotong royong menghadapi dampak karhutla dan kabut asap.
Herman Deru mengajak seluruh elemen masyarakat terus bahu-membahu melakukan penanganan. Ia juga meminta warga saling mendoakan agar kondisi tersebut lekas berakhir.
"Mari kita terus bahu-membahu dan saling mendoakan agar musibah ini segera diangkat oleh Allah SWT, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan sehat seperti sediakala," kata dia.