PALEMBANG — Kepala Wilayah BEI Sumatera Selatan, Hari Mulyono, menyebut pemahaman atas karakteristik tiap instrumen investasi jadi kunci sebelum masyarakat menaruh uang. Menurutnya, pilihan investasi emas kini tidak tunggal, mulai dari emas fisik, emas digital, hingga ETF Emas yang diperdagangkan di bursa.
“Ada berbagai macam investasi emas, tergantung instrumen apa yang kita pilih sesuai kebutuhan, mulai dari emas fisik, emas digital dan juga ETF emas,” kata Hari dalam kegiatan tersebut.
ETF Emas Diperdagangkan Seperti Saham
ETF Emas memberi eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa investor harus menyimpan emas fisik. Unitnya dibeli dan dijual melalui mekanisme perdagangan pasar modal, mengikuti ketentuan produk yang dipilih.
Skema itu membedakannya dari emas fisik yang disimpan langsung maupun emas digital. Investor tetap perlu mencermati biaya transaksi, likuiditas, mekanisme produk, serta risiko perubahan harga sebelum membeli.
BEI Sumsel menegaskan ETF Emas tidak menjamin keuntungan. Nilai investasinya bisa naik maupun turun mengikuti pergerakan aset acuan dan mekanisme produk yang digunakan.
Mengapa Emas Disebut Aset Lindung Nilai
Hari menjelaskan daya tarik emas berkaitan dengan karakternya sebagai aset lindung nilai atau safe haven. Ketika gejolak ekonomi dan geopolitik dunia muncul, sebagian investor mencari aset yang dinilai mampu menjaga nilai kekayaan.
“Pasar saham sangat membenci ketidakpastian dan ketidakstabilan karena mengganggu performa bisnis perusahaan, sedangkan emas justru ‘menyukai’ ketidakstabilan tersebut. Ketika terjadi gejolak geopolitik global, perang, atau pandemi, harga emas cenderung melonjak karena berfungsi sebagai safe haven atau tempat berlindung yang aman bagi arus kas,” jelasnya.
Meski begitu, harga emas tidak selalu naik saat terjadi gejolak. Pergerakannya tetap dipengaruhi nilai tukar dolar Amerika Serikat, suku bunga, permintaan global, dan perilaku investor di pasar keuangan.
Emas sebagai Mata Uang Dunia
Hari menempatkan emas sebagai aset yang dikenal secara global dan dapat diperdagangkan di berbagai negara. Karakter itu membuat emas diminati sebagai salah satu pilihan diversifikasi investasi.
“Kita selalu menganjurkan investasi emas, karena emas itu jadi mata uang dunia, yang bisa dijual kapan pun dan di mana pun,” ungkapnya.
Pandangan itu ia rangkum dalam satu kalimat: “Investasi emas tidak membuat kaya, tapi membuat kita tetap kaya.” Menurutnya, emas lebih tepat dipandang sebagai instrumen menjaga nilai kekayaan jangka panjang, bukan sarana mengejar keuntungan cepat.
Literasi Pasar Modal Jadi Sasaran Workshop
Workshop Wartawan–Media Gathering 2026 digelar di Sapphire Meeting Room, Hotel Harper Palembang, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman wartawan mengenai produk investasi pasar modal, khususnya ETF Emas.
BEI Sumsel berharap wartawan meneruskan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat, termasuk soal manfaat, karakteristik, serta risiko setiap instrumen investasi.
Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan menentukan pilihan investasi secara bijak, tidak sekadar mengikuti tren, serta menyesuaikannya dengan tujuan keuangan dan kemampuan menanggung risiko.