Pencarian

Inflasi September 2026 Capai 3,28%, Sulawesi Utara Tertinggi di 7,59%

Selasa, 06 Oktober 2026 • 14:39:01 WIB
Inflasi September 2026 Capai 3,28%, Sulawesi Utara Tertinggi di 7,59%
BPS mencatat inflasi tahunan Indonesia pada September 2026 sebesar 3,28 persen.

SUMATERA SELATAN — Tingkat inflasi Indonesia pada September 2026 tercatat 3,28 persen secara tahunan, naik dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan terjadi di seluruh 11 kelompok pengeluaran, dengan Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya memimpin di 7,77 persen. Badan Pusat Statistik mencatat inflasi bulanan 0,30 persen dan inflasi tahun kalender 2,17 persen.

Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2026 berada di 112,31, lebih tinggi dari 108,74 pada September 2025. Angka itu menegaskan bahwa secara umum harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat mengalami kenaikan sepanjang setahun terakhir. Data ini dirilis BPS melalui akun resmi @bps_statistics.

Secara bulanan, inflasi September 2026 mencapai 0,30 persen dibanding Agustus 2026. Sementara inflasi tahun kalender sejak Desember 2025 hingga September 2026 tercatat 2,17 persen.

Tiga Kelompok dengan Inflasi Tahunan Tertinggi

Kenaikan harga terjadi pada seluruh 11 kelompok pengeluaran secara tahunan. Tiga kelompok dengan inflasi y-on-y tertinggi menonjol jauh di atas rata-rata nasional:

  • Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: 7,77 persen
  • Transportasi: 4,84 persen
  • Makanan, Minuman, dan Tembakau: 4,37 persen
  • Penyediaan Makanan dan Minuman atau Restoran: 2,70 persen
  • Kesehatan: 2,24 persen
  • Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga: 2,19 persen

Kelompok Transportasi yang naik 4,84 persen sejalan dengan kenaikan harga bensin. Adapun kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang naik 4,37 persen ditopang kenaikan ikan segar, daging ayam ras, cabai rawit, beras, dan minyak goreng.

Emas Perhiasan hingga Bensin Jadi Pendorong Inflasi

Sejumlah komoditas memberikan andil besar terhadap inflasi tahunan September 2026. Emas perhiasan menjadi salah satu pendorong utama, diikuti bensin, ikan segar, daging ayam ras, cabai rawit, beras, dan minyak goreng.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi. Bawang merah, telur ayam ras, cabai merah, kelapa, tomat, dan tarif jalan tol tercatat memberi andil deflasi secara tahunan. Penurunan tarif jalan tol menjadi penyeimbang kenaikan biaya transportasi yang ditimbulkan harga bensin.

Kesenjangan Inflasi Antarwilayah Capai 5 Poin Persen

Laju inflasi berbeda tajam di setiap wilayah Indonesia. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan inflasi terendah sebesar 2,55 persen, sedangkan Sulawesi Utara mencatat inflasi tertinggi sebesar 7,59 persen. Selisih keduanya mencapai 5,04 poin persen.

Kesenjangan serupa terlihat di tingkat kabupaten/kota. Timor Tengah Selatan menjadi daerah dengan inflasi terendah sebesar 1,04 persen. Minahasa Utara mencatat inflasi tertinggi sebesar 9,05 persen, hampir tiga kali lipat angka nasional.

Bagi investor, angka inflasi 3,28 persen masih berada dalam rentang sasaran Bank Indonesia. Namun tekanan pada kelompok Transportasi dan Makanan jadi perhatian karena keduanya menyentuh daya beli langsung rumah tangga. Pelaku usaha di sektor ritel dan konsumsi perlu mencermati pergerakan harga komoditas pangan pada kuartal IV 2026.

Follow www.sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks