SUMATERA SELATAN — Inflasi Indeks Harga Konsumen September 2026 tercatat 3,28 persen secara tahunan, tetap di dalam rentang sasaran Bank Indonesia 2,5±1 persen. Tekanan dari kelompok pangan bergolak yang naik 5,03 persen year-on-year menjadi perhatian utama di tengah melandainya inflasi inti ke 2,84 persen.
Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi bulanan September 2026 sebesar 0,30 persen secara month-to-month. Angka tahunan 3,28 persen year-on-year menempatkan laju harga nasional masih nyaman di dalam koridor target bank sentral.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menyatakan stabilitas harga ditopang konsistensi bauran kebijakan moneter dan sinergi pengendalian pasokan pangan bersama pemerintah pusat serta daerah. Ekspektasi inflasi juga tetap terjangkar di tengah gejolak harga komoditas global.
Inflasi Inti Melandai, Emas Perhiasan Jadi Pendorong Tahunan
Inflasi komponen inti bulanan tercatat 0,10 persen mtm, lebih rendah dari Agustus 2026 yang mencapai 0,21 persen mtm. Komoditas dominan penyumbang inflasi inti bulanan adalah biaya pendidikan perguruan tinggi.
Secara tahunan, inflasi inti melandai ke 2,84 persen yoy dari posisi 2,92 persen yoy pada Agustus 2026. Kenaikan harga emas perhiasan menjadi penyumbang utama seiring reli harga emas dunia.
Pangan Bergolak Naik ke 5,03%, Cabai dan Beras Jadi Biang Kerok
Kelompok pangan bergolak membukukan inflasi bulanan 1,46 persen mtm, melonjak dari 0,88 persen mtm bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi kelompok ini naik ke 5,03 persen yoy dari 4,06 persen yoy.
Lima komoditas penyumbang utama:
- Cabai rawit
- Cabai merah
- Daging ayam ras
- Beras
- Telur ayam ras
Pemicunya adalah penurunan hasil panen di sentra produksi akibat gangguan cuaca serta lonjakan biaya pakan. Tekanan ini menjadi titik rawan yang harus diantisipasi TPIP-TPID menjelang akhir tahun.
Harga Diatur Pemerintah Nyaris Nol, Tarif Angkutan Udara Menahan BBM
Kelompok administered prices mencatatkan inflasi bulanan mendekati 0 persen mtm. Kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex teredam penurunan tarif angkutan udara.
Secara tahunan, kelompok harga yang diatur pemerintah ini mencatatkan inflasi 3,25 persen yoy. Kombinasi ini menjaga tekanan sisi administered tetap terkendali meski ada penyesuaian harga energi nonsubsidi.
GPIPS Jadi Andalan BI Jaga Sasaran 2,5% hingga 2027
Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah memperkuat Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera. Otoritas moneter optimistis laju inflasi nasional tetap berada dalam rentang sasaran 2,5±1 persen sepanjang 2026 hingga 2027.
Bagi investor obligasi, angka inflasi yang stabil di dalam target memberi ruang bagi BI mempertahankan stance suku bunga. Imbal hasil Surat Berharga Negara tenor menengah diproyeksikan tetap menarik selama ekspektasi inflasi terjangkar.
Pelaku usaha pangan perlu mencermati risiko volatile food yang masih berpotensi naik akibat cuaca. Lonjakan cabai dan beras berulang bisa menggerus daya beli rumah tangga bawah jika tidak diimbangi operasi pasar dan pasokan cadangan pangan pemerintah.