LRT Sumatera Selatan telah melayani 3.230.362 pelanggan hingga 24 September 2026, dengan rata-rata 12.144 penumpang per hari. PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang bersama BPKARSS memperkuat perawatan jalur sepanjang 44,6 kilometer untuk menjaga keselamatan dan keandalan operasional. Perawatan preventif dilakukan malam hari agar tidak mengganggu layanan.
PALEMBANG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat LRT Sumsel melayani 3.230.362 pelanggan sepanjang 2026 hingga 24 September. Angka itu setara rata-rata 12.144 pelanggan per hari.
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti menyatakan jumlah tersebut menjadi bagian dari perhatian KAI dalam menjaga keselamatan dan keandalan operasional LRT Sumsel.
"Tercatat masyarakat menggunakan LRT Sumsel pada tahun 2026 hingga 24 September 2026 sebanyak 3.230.362 pelanggan, dengan rata-rata mencapai 12.144 pelanggan per hari," kata Aida dalam keterangannya di Palembang, Senin.
Perawatan Jalur 44,6 Kilometer Dilakukan Preventif
Tingginya mobilitas warga yang menggunakan LRT Sumsel berjalan beriringan dengan komitmen KAI Divre III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) memastikan kesiapan prasarana.
Salah satu upayanya adalah perawatan dan pemeriksaan rutin jalur LRT Sumsel yang memiliki panjang total 44,6 kilometer pada lintasan hulu hingga hilir. Perawatan dilakukan secara preventif untuk memastikan kondisi jalur dan seluruh komponen pendukung tetap optimal.
Langkah itu sekaligus meminimalkan potensi gangguan yang dapat berdampak terhadap keselamatan dan kelancaran perjalanan.
Pelumasan Rel di Lengkung Radius di Bawah 250 Meter
Pekerjaan rutin yang dilakukan petugas adalah pelumasan rel pada jalur lengkung tertentu, khususnya jalur dengan radius kurang dari 250 meter. Pelumasan bertujuan mengurangi tingkat keausan rel akibat interaksi antara roda kereta dan rel saat rangkaian melintasi area lengkung.
Dalam pekerjaan tersebut, petugas menggunakan lori pelumasan rel lengkung yang didorong secara manual sepanjang jalur. Lori mengeluarkan cairan pelumas pada bagian rel yang telah ditentukan.
Perawatan juga mencakup pemeriksaan dan perbaikan kondisi jalur, penggantian komponen yang mengalami keausan atau kerusakan, normalisasi genangan air, serta pengencangan baut yang kendur.
"Setiap temuan yang berpotensi memengaruhi keselamatan dan keandalan perjalanan akan ditindaklanjuti sesuai standar dan prosedur yang berlaku," ujar Aida.
Perawatan Malam Pukul 21.00–03.00 WIB
Agar pekerjaan pemeliharaan tidak mengganggu pelayanan, perawatan pada lintasan utama dilakukan pada malam hari setelah operasional LRT Sumsel berakhir. Kegiatan berlangsung mulai pukul 21.00 WIB hingga 03.00 WIB.
Pemeriksaan jalur juga dilakukan setiap pagi sebelum operasional dimulai oleh Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) menggunakan kereta sweeping. Aida menyebut pemeriksaan itu sebagai bagian dari sistem pengamanan operasional untuk memastikan jalur dalam kondisi prima dan siap digunakan.
"KAI Divre III Palembang bersama BPKARSS akan terus memperkuat upaya pemeliharaan dan peningkatan kualitas layanan LRT Sumsel dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai landasan utama," katanya.