PALEMBANG — Sarasehan SMK Mitra Binaan AHM Wilayah Sumsel menjadi ajang evaluasi capaian program pembinaan sepanjang 2026. Peserta mendapatkan pemaparan mengenai pelaksanaan program, partisipasi sekolah, perkembangan kompetensi siswa, serta sejumlah tantangan yang masih perlu ditingkatkan.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya melihat perkembangan pembinaan sekaligus berbagi praktik yang dapat diterapkan di masing-masing sekolah. Kegiatan berlangsung di Main Dealer Astra Motor Sumsel dan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan vokasi di Sumatera Selatan.
Sesi berbagi menghadirkan SMK Utama Bakti Palembang yang memaparkan praktik Teaching Factory (TEFA). Peserta mendapatkan gambaran mengenai pembelajaran yang mengadopsi kondisi dunia kerja, mulai dari pengelolaan kegiatan, keterlibatan guru dan siswa, pelayanan konsumen, administrasi bengkel, pembagian tugas, hingga penerapan standar kerja dan keselamatan.
Praktik tersebut memperlihatkan bagaimana sekolah mengelola bengkel sebagai unit pembelajaran yang menyerupai industri sesungguhnya. Pembagian tugas dan standar kerja menjadi bagian yang dibahas dalam sesi ini.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Laboratorium TUK atau Tempat Uji Kompetensi dan TEFA SMK Utama Bakti Palembang. Peserta melihat langsung fasilitas pembelajaran yang tersedia, termasuk kelengkapan tools dan equipment, tata letak area praktik, penerapan standar keselamatan dan 5R, serta alur kerja dan administrasi pelayanan TEFA.
Kunjungan ini memberi gambaran konkret kepada sekolah lain mengenai fasilitas dan tata kelola yang dibutuhkan untuk menjalankan pembelajaran berbasis industri.
Kepala Wilayah Astra Motor Sumsel, Yohanes Kurniawan, menegaskan kolaborasi antara industri dan sekolah perlu terus dikembangkan agar pembelajaran vokasi dapat menjawab kebutuhan dunia kerja.
"Program SMK Mitra Binaan AHM merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kompetensi siswa melalui pembelajaran yang relevan dengan industri. Melalui kegiatan seperti saresehan ini, sekolah dapat saling bertukar pengalaman dan praktik baik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran," kata Yohanes.
Menurut Yohanes, pengalaman praktik yang mendekati kondisi kerja sebenarnya menjadi bagian penting dalam pembelajaran siswa. Dengan pengalaman tersebut, siswa tidak hanya diarahkan untuk menguasai kompetensi teknis, tetapi juga mengenal standar kerja, kedisiplinan, pelayanan, dan tanggung jawab.
Program SMK TSM Mitra Binaan AHM di wilayah Sumatera Selatan akan terus dievaluasi melalui forum serupa. Hasil evaluasi menjadi dasar perbaikan pembinaan pada periode berikutnya.