Sebanyak empat penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, terdampak kabut asap pada Kamis (1/10). Dampaknya meliputi keterlambatan keberangkatan, return to base (RTB), hingga pengalihan rute ke bandara lain. General Manager Bandara SMB II Palembang Ahmad Syaugi Sahab menyatakan operasional penerbangan tetap menyesuaikan kondisi cuaca dan jarak pandang demi keselamatan.
PALEMBANG — Kabut asap yang menyelimuti Palembang memaksa sejumlah penerbangan mengubah jadwal operasional. Penerbangan IU 302 rute Palembang-Pangkalpinang yang dijadwalkan berangkat pukul 06.20 WIB baru terealisasi pukul 07.41 WIB, terlambat 1 jam 21 menit. Saat keberangkatan, jarak pandang di Palembang tercatat hanya 500 meter, sedangkan di Pangkalpinang 300 meter.
Keterlambatan juga dialami penerbangan ID 7054 rute Palembang-Halim Perdanakusuma. Jadwal keberangkatan pukul 09.00 WIB baru terealisasi pukul 09.29 WIB atau mundur 29 menit.
Dari sisi kedatangan, penerbangan QG 980 rute Jakarta-Palembang yang dijadwalkan tiba pukul 07.10 WIB tercatat melakukan return to base (RTB). Pesawat kembali ke bandara asal karena tidak memungkinkan mendarat di Palembang.
Penerbangan IU 933 rute Yogyakarta-Palembang yang dijadwalkan tiba pukul 08.05 WIB dialihkan ke Pekanbaru. Pengalihan rute dilakukan sebagai langkah alternatif saat bandara tujuan tidak bisa diakses akibat jarak pandang terbatas.
Ahmad Syaugi Sahab menegaskan bahwa keputusan menunda atau mengalihkan penerbangan diambil dengan keselamatan sebagai prioritas. "Operasional penerbangan tetap menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan jarak pandang di bandara untuk memastikan aspek keselamatan penerbangan," katanya.
Jarak pandang 500 meter di Palembang dan 300 meter di Pangkalpinang berada di bawah ambang batas normal untuk pendaratan dan lepas landas. Kondisi ini memaksa maskapai menyesuaikan jadwal secara situasional.
Selain empat penerbangan tersebut, sejumlah keberangkatan dan kedatangan lain masih belum memiliki data waktu aktual atau estimasi kedatangan dalam laporan operasional Bandara SMB II Palembang. Ketidakpastian jadwal ini membuat calon penumpang perlu memantau informasi secara berkala.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk memperhatikan informasi terbaru terkait jadwal penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai apabila terdapat perubahan jadwal. Langkah ini penting agar penumpang tidak tertahan terlalu lama di bandara akibat penundaan yang terus berubah mengikuti kondisi kabut asap.