IHSG Ditutup Melemah 1,02% ke 6.009,50, Net Sell Asing Rp240 Miliar

Penulis: Amril Fauzan  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:38:31 WIB
IHSG ditutup melemah 1,02% ke level 6.009,50 pada perdagangan hari ini.

SUMATERA SELATAN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 1,02% ke posisi 6.009,50 pada penutupan perdagangan, setelah sempat terperosok ke kisaran 5.900. Pelemahan indeks dibarengi koreksi rupiah 0,40% ke Rp17.966 per dolar AS dan aksi jual bersih pemodal asing senilai Rp240 miliar. Pasar masih mencerna dampak reshuffle kabinet yang berbarengan dengan tekanan eksternal.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai IHSG masih akan bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan volatil. Pasar, menurutnya, membutuhkan waktu untuk mencerna dampak pergantian pejabat kabinet yang cukup besar.

Tekanan terhadap indeks tidak berdiri sendiri. Sentimen politik domestik datang bersamaan dengan depresiasi rupiah, arus modal asing yang keluar, dan lonjakan harga minyak dunia yang mendekati level USD100 per barel.

Tekanan Rupiah dan Aksi Jual Asing

Nilai tukar rupiah terkoreksi 0,40% ke level Rp17.966 per dolar AS. Pelemahan mata uang ini menambah beban pasar saham yang sudah tertekan sentimen politik domestik.

Di pasar reguler, pemodal asing mencatat net sell Rp240 miliar. Akumulasi net sell nonresiden sepanjang tahun berjalan kini mencapai sekitar Rp107,4 triliun.

Arus keluar modal asing dan depresiasi rupiah menjadi kombinasi yang menekan pergerakan indeks. Keduanya memperkuat keraguan pelaku pasar terhadap arah kebijakan ekonomi pascarombak kabinet.

Kombinasi Faktor di Balik Pelemahan Indeks

Hendra menegaskan pelemahan indeks tidak bisa semata-mata dibaca sebagai respons negatif terhadap menteri baru. Ada sejumlah faktor yang saling memperkuat tekanan terhadap pasar.

"IHSG masih akan berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan volatil karena pasar membutuhkan waktu untuk mencerna dampak reshuffle kabinet yang cukup besar," kata Hendra.

Ia menyebut pelemahan indeks sebagai kombinasi ketidakpastian arah kebijakan, depresiasi rupiah, arus modal asing yang keluar, serta lonjakan harga minyak dunia yang mendekati level USD100 per barel.

Batas Psikologis 6.000 Kembali Diuji

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat terperosok ke kisaran 5.900 sebelum akhirnya kembali tertahan di atas batas psikologis 6.000. Level ini menjadi titik uji penting bagi pelaku pasar di tengah tekanan yang masih berlanjut.

Pergerakan indeks ke depan akan bergantung pada kejelasan arah kebijakan ekonomi pemerintah baru dan perkembangan sentimen eksternal. Pelaku pasar mencermati apakah tekanan jual asing berlanjut atau mereda seiring pasar mencerna dampak pergantian pejabat.

Reporter: Amril Fauzan
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top