Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang menghadirkan Herly, mantan warga binaan yang kini merintis usaha baking mandiri, sebagai pemateri pelatihan usaha roti bagi penghuni lapas. Pelatihan di Palembang, Sumatera Selatan, itu menyasar warga binaan agar menguasai tahapan produksi roti secara teknis dan kreatif sebagai modal mandiri setelah bebas.
PALEMBANG — Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang Sariany Nababan menyebut pemilihan Herly sebagai pemateri dilakukan sengaja. Menurutnya, pengalaman mantan warga binaan itu bisa memberi motivasi nyata kepada peserta pelatihan.
"Herly adalah bukti nyata bahwa keterampilan yang diperoleh selama di lapas dapat menjadi modal berharga untuk mandiri dan sukses di tengah masyarakat setelah bebas," ujar Sariany.
Kasubsi Sarana Kerja Lapas Perempuan Palembang Selvi Mendairty menjelaskan pelatihan usaha roti ini memakai metode praktik langsung. Peserta dilatih mengikuti tahapan produksi roti dari awal hingga akhir.
Tujuannya agar warga binaan benar-benar menguasai keterampilan teknis sekaligus sisi kreatif pembuatan roti. Bukan hanya tahu resep, tetapi mampu memproduksi sendiri saat kembali ke masyarakat.
Herly kini menjalankan usaha baking mandiri setelah menyelesaikan masa hukuman. Dalam pelatihan itu, ia berbagi pengalaman kepada para juniornya di lapas.
Ia menularkan semangat agar warga binaan lain tidak patah arang menjalani masa pidana. Keterampilan yang dipelajari di dalam lapas, menurutnya, bisa menjadi bekal usaha setelah bebas.
Program pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Palembang berjalan berkelanjutan. Lapas menyatakan komitmennya mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Fokusnya memperkuat pemberdayaan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan keahlian ekonomi yang andal. Pelatihan usaha roti menjadi salah satu bentuk nyata dari program tersebut.