PALEMBANG — Program Sultan Muda lahir dari kolaborasi kepemimpinan Gubernur Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang. Gagasan itu muncul berkesinambungan setelah Gerakan Sumsel Mandiri Pangan dinilai berhasil mengendalikan inflasi daerah.
Pemprov Sumsel memposisikan diri sebagai fasilitator yang menghubungkan wirausaha muda dengan BUMN, BUMD, perbankan, serta instansi vertikal seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Hingga kini, sekitar 100 ribu Sultan Muda tercatat menggerakkan usaha berbasis teknologi dan inovasi.
Deru menyoroti hampir separuh populasi Sumsel berada di usia produktif. Menurutnya, harapan bangsa dan daerah bertumpu pada kelompok tersebut, tetapi tantangan terbesarnya bukan modal.
"Namun, tantangan terbesarnya adalah mindset, termasuk pandangan orang tua yang masih menganggap kerja informal atau berwirausaha itu bukan pekerjaan utama. Tugas kita adalah membangun keberanian mereka agar tidak bergantung pada satu peluang saja," ujar Herman Deru.
Gubernur menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi, akses permodalan yang bankable, hingga jaringan pemasaran ekspor. Pemprov Sumsel bersama mitra memfasilitasi pembentukan sekolah ekspor, sertifikasi melalui balai karantina, dan uji pasar.
Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto menilai program tersebut inovatif karena digerakkan langsung oleh anak muda. Menurutnya, ada dua kunci kesejahteraan yang diajarkan program ini.
"Sultan Muda ini sangat inovatif dan menarik karena digerakkan langsung oleh anak muda. Untuk menjadi sejahtera, ada dua hal kunci yang diajarkan: bagaimana cara menghasilkan uang melalui bisnis dan bagaimana mengelolanya secara bijak," ungkapnya.
Arifin menambahkan adanya dukungan akselerasi digital bagi para Sultan Muda, termasuk kemudahan akses pusat data dan aplikasi pendukung usaha.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Bambang Pramono menyatakan kesiapan BI mendukung pembinaan Sultan Muda dari hulu hingga hilir. Dukungan itu mencakup pembiayaan perbankan, pembinaan kompetensi ekspor, hingga penyaluran CSR secara sistematis.
"Pak Gubernur sangat luar biasa dalam mendorong penciptaan lapangan kerja baru. Bagi BI, untuk menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kita harus menciptakan sumber-sumber ekonomi baru," pungkasnya.
Deru mengingatkan kunci kesuksesan bisnis terletak pada mentalitas dan kepercayaan. Ia meminta anak muda memanfaatkan peluang yang ada karena langkah kecil hari ini berdampak besar bagi keluarga dan daerah.
"Memulai usaha memang butuh mental perintis. Konsistensi dan trust adalah modal utama dalam dunia bisnis," pesannya.