PALEMBANG — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Tulung Selapan, OKI, terus berlanjut. Kondisi terkini di lapangan jauh lebih baik dibandingkan saat api pertama kali terdeteksi, dengan tim darat yang berhasil menghentikan laju api agar tidak meluas ke area lain.
Ferdian Kristanto menjelaskan bahwa penanganan saat ini sudah memasuki tahap pemadaman ekor api. Tim darat yang berkolaborasi dengan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) Sinarmas telah berhasil membuat sekat sehingga api tidak lagi menjalar ke lahan yang belum terbakar.
"Kondisi sudah mulai tersekat sehingga penjalaran api sudah mandeg. Tim darat juga sudah berhasil mematikan kepala api, tinggal ekor yang perlu secara bertahap ditangani," ujarnya di Palembang, Senin.
Untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses, tim menggunakan excavator guna membuka jalan bagi personel dan peralatan pemadaman. Dukungan udara juga dikerahkan melalui helikopter water bombing milik perusahaan, yang sebelumnya sempat diperkuat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kendala utama di lapangan adalah akses menuju lokasi yang memakan waktu hingga enam jam perjalanan dari Palembang. Kondisi jalan yang kurang baik serta keterbatasan jaringan komunikasi turut memperlambat pelaporan dari petugas di lokasi.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan karena proses pemadaman masih berlangsung. Faktor utama yang membuat api mudah membesar adalah kondisi lahan gambut yang kering dan banyaknya material mudah terbakar di permukaan.
Dua regu Manggala Agni masih bertahan di lapangan dan mendirikan tenda bersama tim RPK untuk memastikan api tidak kembali menyala. Ferdian menambahkan bahwa kewaspadaan tetap dijaga terhadap kemungkinan perubahan arah angin atau kondisi cuaca ekstrem yang bisa memicu api meluas kembali.